Posted by: Bocah Tulungagung | August 21, 2011

Fungsi Komponen Ponsel

ANTENA

Fungsinya sebagai Penangkap dan Pemancar Gelombang Signal yang diterima oleh Pesawat Telepon Selular

SWITCH ANTENA Fungsinya sebagai Duplixer / Pemisah antara Signal RX (Penerimaan) dengan Signal TX (Pemancaran), dan bisa juga disebut sebagai Terminal pada Pesawat telepon Selular

FILTER RX Fungsinya Sebagai penyaring / pembagi frekwensi yang diinginkan / yang akan diterima, agar sinyal menjadi lebih bersih yang akan diterima oleh Pesawat Telepon Selular

PENGUAT RX (Transistor) Fungsinya Sebagai penguat frekwensi penerimaan yang telah disaring oleh Filter RX sebelum diproses lebih jauh oleh Pesawat Telepon Selular

IC RF PROCESSOR Fungsinya Sebagai pengontrol sinyal RX (masuk) dan TX(keluar), agar setiap bagian dapat bekerja baik, Komponen ini terdiri dari beberapa bagian seperti : IF, MIXER, OSCILATOR, DETECT OR, ENCODER, DECODER, AFC, TONE FREQUENCY, SQUELCH

VCO (Voltage Control Oscilator) Fungsinya : Sebagai Oscilator / Pembangkit frekwensi yang akan dikirim melalui bagian TX (Pemancaran) dan memeriksa Frekwensi yang masuk melalui bagian RX (Penerimaan) agar tetap sama dengan yang di pancarkan. Dan juga untuk mengatur tegangan pulsa dari RF Signal Processor.

FILTER TX Fungsinya Sebagai penyaring / pembagi frekwensi yang akan dikirim atau di pancarkan sebelum diperkuat lagi oleh komponen lain yang terdapat di dalam Pesawat Telepon Selular

IC P.A (Power Amplifier) Fungsinya Sebagai penguat Akhir signal yang akan di pancarkan melalui komponen switch antena yang terdapat didalam Pesawat Telepon Selular

POWER DETECTOR adalah transistor yang mendeteksi, kuat lemahnya Signal dan mengirimkan data kepada CPU untuk diolah dan kemudian memberikan data keseluruh komponen terkait, Khususnya dengan Hardware yang berkaitan dengan Signal

IR T/R Dioda Sebagai pemancar dan penerimaan frequency data dengan menggunakan cahaya infra merah, digunakan untuk mengiring dan menerima data aplikasi software, tanpa perlu kabel data.

Bluetooth Komponen ini pemancar dan penerimaan frekuensi data dengan menggunakan gelombang radio atau gelombang frekuensi dengan fungsi-fungsi yang sama dengan infra red

SPEAKER Suatu alat untuk keluarnya suara yang sebelumnya hanyalah getaran listrik dan diubah menjadi suara dengan melalui IC Audio, yang diterima oleh CPU untuk mengeluarkan suara yang terdapat dalam Pesawat Telepon Selular

MICROPHONE Suatu alat untuk berbicara dan cara kerjanya ialah mengubah getaran suara menjadi getaran listrik agar suara yang diterima bisa diproses oleh komponen Pesawat Telepon Selular lainnya

SIM CARD Identitas diri dari setiap Pesawat Telepon Selular yang sedang aktif tergantung dari provider sim card yang digunakan, dengan cara diproses oleh CPU yang terdapat dalam Pesawat telepon Selular

C.P.U Pusat pengolahan data yang terdapat pada seluruh elemen atau komponen yang bekerja didalam Pesawat Telepon Selular seperti memerintah komponen terkait untuk bekerja sesuai kebutuhan dan dapat menerima informasi dari masing – masing komponen Contoh : Memerintahkan Power Supply untuk mensupply Tegangan/ arus keseluruh bagian Pesawat Telepon Selular, memerintahkan LCD untuk menampilkan Aktifitas pada Pesawat Telepon Selular, memerintahkan IC Flash untuk menyimpan data dan mengeluarkannya pada saat dibutuhkan, memeriksa data dari Sim Card yang masuk melalui IC Power Supply, menerima perintah data dari Keypad untuk di proses.

RAM (RANDOM ACCESS MEMORY) Menyimpan data sementara dan membantu kinerja CPU.semakin besar kapasitas RAM semakin baik kinerja CPU.

IC FLASH Adalah tempat penyimpanan Data pada Pesawat Telepon Selular, yang sifatnya sementara karena datanya dapat dirubah ataupun ditambah

EEPROM Tempat penyimpanan data utama yang permanent atau data pabrik, dan bekerja tidak dengan ada atau tidak adanya arus listrik pada ponsel, karena mempunyai daya listrik tersendiri. Sedangkan letaknya terdapat pada IC AUDIO

IC REGULATOR Untuk mengatur tegangan, agar dapat diatur sesuai kebutuhan masing-masing komponen terkait, dan juga sebagai pengkontrol dari IC Charging yang dikendalikan oleh CPU.

IC CHARGE Komponen yang bekerja secara otomais pada saat pengisian dan kerjanya hanya untuk mengisi tegangan battry yang dikendalikan oleh CPU melalui IC Regulator

IC AUDIO Fungsinya Sebagai pengolah sinyal suara yang masuk dari IC RF, diperkuat dan diteruskan ke Speaker, memperkuat getaran suara yang telah dirubah Mic menjadi getaran listrik kemudian diteruskan ke IC RF, menjalankan perintah dari CPU dan Pada IC Audio juga terdapat PCM ( Pulse Code Module ) dan EEPROM yang berfungsi membaca kode sinyal yang datang dari operator untuk disesuaikan dengan Imei Ponsel juga menyimpan data-data yang bersifat permanen seperti : Imei,Phone Code, Sec.Code

LCD (Liquit Cell Disply) Komponen ini berfungsi sebagai alat yanga akan menampilkan semua kegiatan / aktifitas dari pada Pesawat Telepon Selular Key Pad Komponen ini berfungsi sebagai alat yang memberikan perintah data kepada CPU untuk di proses dan akan dikirimkan kepada komponen lain yang terkait dalam Pesawat Telepon Selular

IC Interface Fungsinya sebagai pengontrol data yang diperintahkan oleh CPU untuk Vibrator, Buzzer, lampu dan bersifat sebagai saklar otomatis dalam Pesawat Telepon Selular Battery Fungsinya sebagai Sumber Arus listrik / Tegangan yang diperlukan untuk memberikan arus listrik kepada Pesawat Telepon Selular

FLEXIBLE Fungsinya sebagai penghubung antara komponen satu dengan komponen lainnya

Posted by: Bocah Tulungagung | April 17, 2011

PEMBANGUNAN HUKUM DAN PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA

Indonesia dicita-citakan oleh the fouding fathes sebagai satu negara hukum. Ditegaskan dalam UUD 1995 pasal 1 ayat (3) “negara Indonesia adalah negara hukum”, namun desain makro penjabaran negara hukum belum pernah di rumuskan secara komfrehensif. Karena itu hukum hendaknya difahami dan dikembangkan sebagai satu kesatuan sistem. Dalam hukum sebagai satu kesatuan sistem terdapat (1) elemen kelembagaan (2) elemen kaedah aturan (3) elemen perilaku pada subjek hukum yang menyandang hak dan kewajiban yang ditetapkan oleh norma aturan itu. Ketiga elemen kesatuan hukum itu mencakup (a) kegiatan pembuatan hukum (b) kegiatan penerapan hukum (c) kegiatan peradilan atas pelanggaran hukum (d) pemasyarakatan dan pendidikan hukum (e) pengertian informasi hukum. Kelima kegiatan hukum itu dibagi kedalam tiga wilayah fungsi kekuasaan negara, yaitu (i) fungsi legislasi dan regulasi (ii) fungsi eksekutif dan administratif (iii) fungsi yudikatif atau yudisial.

Dalam keseluruhan elemen tercakup pengertian sistem hukum yang harus dikembangkan dalam kerangka negara hukum berdasarkan UUD 1945. jika keseluruhan elemen tidak bekerja secara seimbang dan sinergis, maka hukum sebagai satu kesatuan sistem tidak dapat tegak seperti yang diharapkan. Sebagai contoh, karena bangsa kita mewarisi tradisi hukum eropa kontinental, kita cenderung menumpahkan begitu banyak perhatian pada kegiatan pembuatan hukum, tetapi kurang memberikan perhatian yang sama terhadap kegiatan penegakan hukum. Bahkan kita dengan begitu saja menganut paradigma dan doktrin berfikir yang lazim dalam sistem civil law, yaitu berlakunya teori fiktie yaitu bahwa suatu norma hukum ditetapkan, maka pada saat itu semua orang dianggap tahu hukum. Teori ini diberi pembenaran oleh prinsip yang juga diakui universal, yaitu persamaan di depan hukum.

Teori fiktie memang sifatnya hayalan, tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya untuk lingkungan negara maju dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya yang merata tentu tidak ada persoalan dengan teori fiktie ini. Dalam masyarakat homogen informasi hukum yang tersedia dalam masyarakat bersifat simetris. Tetapi di negara yang demikian besar wilayahnya dengan tingkat kesejahteraan yang tidak merata seperti di Indonesia, tentu sistem informasi hukum yang tersedia dalam masyarakat tidak bersifat simetris. Tidak adil untuk melaksanakan berlaku suatu norma hukum kepada masyarakat yang tidak mengerti, tidak terlihat dan tidak terjangkau pengetahuannya tentang aturan yang diperlakukan padanya. Oleh karena itu diantara pembuaatan hukum dan pembuatan hukum, yang cenderung diabaikan dan dianggap kurang penting. Tanpa basis sosial yang menyadari hak dan kewajiban secara hukum. Maka hukum apapun yang dibuat tidak akan efektif. Karena itu memahami hukum secara komperhensif menjadi sangat penting dilakukan. Strategi pembangunan hukum untuk mewujudkan gagasannegara hukum tetapi tidak hanya terjebak oada orientasi hukum atau hanya melihat salah suatu elemen dari keseluruhan sistem hukum. Terutama sekarang telah ditegaskan dalam pasal 1 ayat (3) UUD 1945. untuk itu bangsa Indonesia perlu menyusun desain makro  tentang negara dan sistem hukum Indonesia di masa depan.

A.     PEMBENTUKAN DAN PEMBARUAN HUKUM

Kita sudeah berhasil melaksanakan konstitusional reformasi secara besar-besaran, setelah empat kali mengalami perubahan UUD 1945 sekarang berisi 199 butir ketentuan. Perubahan dilakukan secara bertahap dan menjadi agenda Sidang tahunan MPR, dan tahun 1999 hingga perubahan keempat pada tahun 2002 bersama dengan kesepakatan pembentukan komisi konstitusi berdasarkan ketetapan MPR No. 1/MPR/2002.

Perubahan pertama dilakukan pada tahun 1999 yang meliputi pasal 5 ayat (1), pasal 7, pasal 9, pasal 13 ayat (2), pasal 14, pasal 15, pasal 17 (2) dan (3), pasal 20 dan pasal 22 UUD 1945 berdasarkan ketentuan perubahan pertama UUD 1945 adalah membatasi kekuasaan presiden dan memperkuat kedudukan DPR sebagai lembaga legeslatif.

Perubahan kedua tahun 2000 meliputi pasal 18, pasal 18A,pasal 18B, pasal 19, pasal 20 ayat (5), pasal 20A, pasal 22A, pasal 22B, Bab IXA, pasal pasal 28A, pasal 28B, pasal 28C, pasal 28D, pasal 28E, pasal 28F, pasal 28G, pasal 28H, pasal 28I, pasal 28J, Bab XII, pasal 30, Bab XV, pasal 36A, pasal 36B, pasal 36C, UUD 1945, Perubahan kedudukan meliputi masalah wilayah Negara dan masalah pembagian pemerintahan daerah, menyempurnakan perubahan pertama dalam hal memperkuat kedudukan DPR, dan ketentuan terperinci tentang HAM.

Perubahan ketiga pada tahun 2001 mengubah atau menambah ketentuan-ketentuan pasal 1 ayat (2) dan (3), pasal 3 ayat (1),(3) dan (4), pasal 6 ayat (1) dan (2), pasal 6A ayat (1),(2),(3) dan (5), pasal 7A DAN 7B ayat (1),(2),(3),(4),(5),(6) dan (7), pasal 7C, pasal 8 ayat (1) dan (2) pasal 11 ayat (2) dan (3), pasal 17 ayat (4) Bab VIIA, pasal 22 ayat (1),(2),(3) dan (4), pasal 22 ayat (1),(2),(3) dan (4) pasal 22D ayat (1),(2),(3) dan (4), Bab VIIB, pasal 22E ayat (1),(2),(3),(4),(5) dan (6),pasal 23 ayat (1),(2) dan (3), pasal 23A, pasal 23C, Bab VIIIA, pasal 23E ayat (1),(2) dan (3), pasal 23F ayat (1),(2), pasal 23G ayat (1) dan (2), pasal 24A ayat (1),(2),(3),(4),dan (5), pasal 24B ayat (1),(2),(3), dan (4), pasal 24C ayat (1),(2),(3),(4),(5) dan (6), ayat (1),(2),(3),(4),(5) dan (6),UUD 1945. Meliputu ketentuan-ketentuan tentang asas landasan Negara , kelembagaan Negara, hubungan dengan kelembagaan Negara dan ketentuan tentang pemilihan umum.

Perubahan keempat dilakukan pada tahun 2002, perubahan dan penambahan meliputi pasal 2 ayat (1)  pasal 6A ayat (4) pasal 8 ayat (3), pasal 11ayat (1), pasal 16, pasa l23B, pasal 23D, pasal 24 ayat (3), Bab XII, pasal 31 ayat ayat (1),(2),(3),(4),dan (5), pasal 32 ayat (1),(2),(3), ayat (4), Bab IV, pasal 33 ayat (4) dan (5), pasal 34 ayat (1),(2),(3), dan (4), pasal 37 ayat (1),(2),(3),(4),dan (5). Aturan UUD 1945, meliputi tentang kelembagaan Negara dan hubungan antar kelembagaan Negara penghapusan (DPA), ketentuan tentang pendidikan dan kebudayaan, ketentuan perekonomian dan kesejahteraan sosial  dan aturan tambahan dan peralihan.

Perubahan-perubahan bukan hanya perubahan redaksional, melainkan menyangkut perubahan paradigm pemikiran yang sangat mendasar. Setelah agenda pembaharuan konstitusi, dilanjutkan pembentukan dan pembaharuan hokum secara besar-besaran. Jika kita mencermati terdapat 22 butir ketentuan yang menyatakan “diatur dengan UU”atau” diatur lebih lanjut dengan UU”dan 11 butir ketentuan yang menyatakan “diatur dalam UU” atau diatur lebih lanjut di dalam UU” 6 butir ketentuan menyatakan “ditetapkan dengan UU”

bidang -bidang hukum memerlukan pembenrukan dan pembaharuan yaitu :

  1. Bidang politik dan pemerintahan
  2. Bidang ekonomi dan dunia usaha
  3. Bidang kesejahteraan social dan budaya
  4. Bidang penahan system dan aparatur hokum

Sebagai konsekuensi maka perubahan konstitusi mengharuskan adanya perubahan terhadap perundang-undangan serta dilaksanakan oleh pihak-pihak yang berwenang. Ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang telah ada yang bersumber pada ketentuan tertentu dalam UUD 1945 sebelum perubahan harus dilihat kembali kesesuaiannya dengan ketentuan hasil perubahan UUD 1945. Karena itu sebaiknya perubahan dilakukan secara terencana dan persitifatif dalam program legislasi nasional dan harus di susun utamanya adalah untuk melaksanakan ketentuan dalam UUD 1945. Disampimg itu masyarakat dapat mengajukan permohonan konstitusional review kepada mahkamah konstitusi dan juga dapat mengajukan yudisial refiew kepada mahkamah agung.

Putusan pengujioan UU kepada UUD 1945 yang diajukan juga harus diperhatikan dalam upaya pembangunan hokum nasional khususnya perubahan perundang-undangan hokum yang perlu disusun dan diperbaharui tidak saja perlu UU tapi juga peraturan pemerintah, peraturan persi dan peraturan menteri, peraturan di lembaga-lembaga tinggi Negara, dan badan badan khusus dan independent lainnya,. Di daerah-daerah pembaruan dan perubahan bentuk hokum dilakukan dalam bentuk peraturan darrah. Untuk mengatur kepentingan ditingkat local termasuk mengakomodasi nama-nama hokum adat dapat pula dibentuk peraturan desa.

B.     PENATAAN KELEMBAGAAN

Perubahan UUD 1945 juga mengakibatkan adanya perubahan kedudukan dan hubungan beberapa lembaga negara, penghapusan lembaga negara tertentu dan pembentukan lembaga – lembaga negara baru. Dalam setiap lembaga negara ada 2 (dua) unsur pokok yang saling berkaitan yaitu organ dan functie. Organ adalah status bentuknya sedangkan functie adalah gerakan wadah itu sesuai status pembentukannya. Dalam naskah UUD 1945 organ – organ yang dimaksud ada yang disebut secara eksplisit namanya. Adapula yang disebut baik nama ataupun fungsi atau kewenangannya akan diatur dengan peraturan yang lebih rendah.

Dikemukakan bahwa yang disebut dalam UUD 1945 terdapat lebih dari 34 buah organ, jabatan atau lembaga. Dari setidaknya ke 34 lembaga itu ada yang subtansi wewenangannya belum ditentukan dalam UUD 1945, misalnya Bank Sentral. Dalam pasal 23D UUD 1945 hanya menyebutkan sifat kewenangan Bank Sentral itu yang dinyatakan bersifat independen meskipun masih harus diatur dalam UU. Sedang komisi pemilihan umum kewenangannya sebagai penyelenggara sudah ditetapkan dalam pasal 22E ayat (5) UUD 1945 yang berarti bahwa komisi pemilihan umum adalah penyelenggara pemilu dan harus bersifat nasional, tetap dan mandiri. Sedangkan yang tidak ditentukan hak atau kewenangannya dalam UUD 1945 adalah (i) Duta, (ii) Konsul, (iii) Angkatan Darat, (iv) Angkatan Laut dan (v) Angkatan Udara. Dalam pasal 24 ayat (3) UUD 1945 yang dimaksud antara lain Kejaksaan Agung tidak disebut secara eksplisit tapi diatur dengan UU tersendiri. Sedangkan dalam pasal 30 UUD 1945 Kepolisian Negara secara khusus diatur ketentuannya.

Ke – 34 organ negara atau lebih itu dibagi dalam beberapa kelompok. Pertama Kelompok Tinggi Negara yaitu (i) Presiden dan Wakil Presiden sebagai kesatuan institusi, (ii) DPR, (iii) DPD, (iv) MPR, (v) MK, dan (vi) BPK. Kedua dalam kelompok ini dapat 4 kriteria (i) Fungsinya bersifat supporting atau auxiliarry terhadap fungsi utama, (ii) Pemberian kewenangan konstitusional yang eksplisit hanya dimaksudkan untuk menegakkan kedudukan konstitusionalnya yang independen, meskipun tetap pada ranah urusan pemerintahan, (iii) Penentuan kewenangan pokoknya dalam UUD hanya bersifat by implivation, bukan dirumuskan secara tegas, (iv) Karena keberadaan lembaganya atau kewenangannya tidak tegas ditentukan namanya dalam UUD 1945, melainkan hanya disebut akan ditentukan diatur denngan UU. Lembaga – lembaga yang termaksuk dalam ketegori kedua ini adalah (i) Komisi Yudisial (ii) Menteri dan Kementerian Negara (iii) Menteri Triumpirat (iv) Dewan Pertimbangan Presiden (v) Bank Sentral (vi) Tentara Nasional Indonesia (vii) Kepolisian Negara (viii) Komisi Penyelenggara Pemilihan Umum (ix) Kejaksaan Agung (x) Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan (xi) KOMNASHAM.

Mengenai Komisi Yudisial kedudukannya secara struktural sederajat dengan MA dan MK, tetapi secara fungsional peranannya bersifat penunjang terhadap lembaga kekuasaan kehakiman. Meskipun fungsinya terkait tapi tidak menjalankan fungsi kekuasaan kehakiman. Komisi Yudisial adalah lembaga penegak etik yang berurusan dengan persoalan kehormatan, keluhuran martabat dan perilaku hakim.

Peraturan mengenai kewenangan suatu lembaga dalam UU tidak mutlak harus diartikan bahwa lembaga yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai lembaga tinggi negara. Secara struktural Komisi Yudisial memang sederajat dengan MA dan MK, karena bersifat penunjang maka kedudukan protokolernya tidak diberlakukan samadengan MA dan MK serta DPR, MPR, DPD dan BK karena Komisi Yudisial bukan lembaga negara yang menjalankan fungsi kekuasaan negara secara langsung. Komisi Yudisial meskipun bersifat independen harus lebih dekat dengan MA dan MK bukan dengan pemerintah ataupun parlemen, karena Komisi Yudisial harus bisa mengambil jarak sehingag tidak menjadi alat politik para politisi untuk mengintervensi independensi kekuasaan kehakiman.

Dari 34 lembaga negara ada 28 lembaga yang kewenangannya ditentukan baik secara umum maupun secara rinci UUD 1945. Ke 28 lembaga negara tersebut adalah (i) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), (ii) Presiden (iii) Wakil Presiden (iv) Kementerian Negara (v) Menteri Luar Negeri selaku Menteri Triupirat (vi) Menteri Dalam Negeri selaku Menteri Triumpirat (vii) Menteri Pertahanan selaku Menteri Triumpirat (viii) Dewan Pertimbangan Presiden (ix) Pemerintahan Daerah Provinsi (x) Pemerintahan  Daerah Kota (xi) Wali Kota/ Kepala Pemerintah Daerah Kota (xii) DPRD Kota (xiii) Pemerintahan Daerah Kabupaten (xiv) Satuan Pemerintah Daerah yang bersifat Khusus atau Istimewa (xv) DPR (xvi) DPD (xvi) Komisi Pemilihan Umum (xvii) Bank Sentral (xviii) TNI dan (xix) Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dengan adanya 4 (empat) kali perubahan UUD 1945 maka struktur ketatanegaraan Republik Indonesia segera disesuaikan. Semua institusi pada lapisan struktur kenegaraan dan pemerintahan harus ditata kembali. Demikian pula institusi publik di sektor masyarakat dan organisasi di sektor bisnis atau ekonomi pasar. Di sektor pemerintahan penataan mencangkup legislatif, eksekutif dan yudikatif dan badan – badan independen.

Di Pemerintahan juga perlu ditata kembali pembedaan antara fungsi – fungsi politik dan teknis administrasi antara organisasi departemen dan non departemen. Dari kesluruhan di setiap kelembagaan tersebut diharapkan dapat (i) reorganisasi rerorientasi dan retraining SDM (ii) efisiensi struktur jabatan (iii) penatan sistem informasi dan pelayanan umum berbasis teknologi informasi (iv) penyempurnaan sistem pengawasan dan pembentukan infrastruktur penegakan sistem reward and punishment.

 C.     PENEGAKAN HUKUM

Penegakkan hukum dalam arti luas mencangkup kegiatan untuk melaksanakan dan menerapkan hukum serta melakukan tindakan hukum terhadao setiap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh subyek hukum, baik melalui proses peradilan ataupun penyelesaian sengketa lainnya. Dalam arti sempit penegakan hukum itu menyangkut kegiatan penindakan terhadap setiap pelanggaran UU melalui proses peradilan yang melibatkan penegak hukum.

Para profesional hukum meliputi (i) Legislator (ii) Perancang Hukum (iii) Konsultan Hukum (iv) Advokat (v) Notaris (vi) Pejabat Pembuat Akta Tanah (vii) Polisi (viii) Jaksa (ix) Panitera (x) Hakim (xi) Arbiter dan Wasit. Untuk meningkatkan kualitas profesionalisme dari masing – masing profesi diperlukan sistem sertifikasi nasional dan standarisasi, termasuk berkenaan dengan sistem kesejahteraannya. Disamping itu agenda penegakan hukum memerlukan dua syarat kepemimpinan. Pertama kepemimpinan diharapkan dapat menjadi penggerak efektif untuk tindakan penegakan hukum yang pasti. Kedua kepemimpinan diharapkan menjadi teladan bagi lingkungan yang dipimpimnya.

Salah satu aspek penting dalam rangka penegakan hukum adalah proses pembudayaan pemsyarakatan dan perhukuman. Beberapa faktor yang terkait yaitu (a) Pembangunan dan pengelolaan sistem dan infrastruktur informasi hukum yang berbasis teknologi informasi (b) Peningkatan upapay publikasi komunikasi dan sosialisasi hukum (c) Pengembangan pendidikan dan pelatihan hukum (d) Pemasyarakatan citra dan keteladanan di bidang hukum. Dalam rangka komunikasi hukum perlu adanya media digital dan elektronika khususnya yang berkenaan dengan pendidikan dan pemerataan hukum.

D.    INFRASTRUKTUR SISTEM KODE ETIK POSITIF

Untuk menunjang berfungsinya sistem hukum diperlukan sistem etika yang ditegakkan secara positif berupa kode etika disektor publik. Disektor kenegaraan terdapat pedoman organisasi dan tata kerja yang bersifat internal. Di lingkungan organisasi terdapat Pedoman Dasar dan Anggaran, walaupun ada pedoman atau anggaran dasar itu hanya ada diatas kertas, tidak sungguh dijadikan pedoman. Dengan kata lain dalam kultur keorganisasian dikalangan masyarakat belum menjadi tradisi yang kuat karena itu selain menata dan memperbaiki kembali sistem norma hukum juga perlu melembagakan sistem dan infrastruktur etika positif dalam lingkungan struktur kenegaraan dan infrastruktur masyarakat.

Posted by: Bocah Tulungagung | February 23, 2011

Apasih Manfaat Dari Sunat ?

Sunat, tentunya suatu istilah yang tidak asing bagi kita dan bagi kaum adam yang telah beranjak dewasa, rata-rata proses sunat sudah pernah dilakoninya. Jika kita mengaku sering mendengar istilah tersebut dan bahkan telah melalui prosesnya, tahukah anda manfaat dari sunat tersebut?

Saya pernah mendapat pertanyaan dari anak laki – laki berusia 14 tahun mengenai manfaat dari sunat. Percaya atau tidak, pertanyaan anak tersebut ternyata cukup komplit juga :
”Dok, usia saya 14 tahun dan saya belum disunat. Saya ingin tahu apa sebenarnya sunat itu. Bisa tolong dijelaskan, Dok? Seperti: apa sunat itu? apa manfaatnya? dalam hubungan seks nanti ada pengaruhnya atau tidak? lebih baik disunat atau tidak? apakah sunat mempengaruhi besar kecilnya penis nantinya? Juga tolong jelaskan yang lain. Trimakasih Dok”.
Sunat sebenarnya bukan saja budaya di Indonesia saja, akan tetapi juga sudah menjadi sebuah tindakan medis yang mempunyai beberapa manfaat dan dilakukan dimana saja. Tindakan yang dilakukan adalah mengambil sebagian kulit penutup kepala penis (frenulum) sehingga kepala (gland) penis menjadi lebih terbuka. Secara medis tindakan ini dianggap lebih memberikan manfaat yang positif, karena kebersihan di sekitar penis jauh lebih terjaga, apalagi sisa air seni yang tertinggal di sela2 kepala penis yang masih tertutup kulup (smegma) dianggap berpotensi menimbulkan kanker pada penis, sehingga bebeberapa dokter melakukan sunat untuk mencegah terjadinya kanker penis.
Sunat sangat tidak mempengaruhi ukuran penis, tidak membuat semakin besar, juga tidak membuat penis mengecil, tapi yang jelas pada saat berhubungan seks kelak, pria yang disunat lebih menikmati hubungan seks daripada yang belum (tidak) disunat. Sunat bisa dilakukan secara aman pada usia berapapun, semakin muda usia seseorang disunat, risiko tindakan yang dilakukan akan semakin kecil, demikian juga sebaliknya. Nah sekarang jadi tau khan?
Posted by: Bocah Tulungagung | February 23, 2011

Seputar Seksualitas Wanita Dalam Rumah Tangga

Bagaimana cara memanfaatkan hubungan intim dengan waktu efisien namun sehat, berkualitas dan syahdu? Ternyata wanita lebih banyak berperan mewujudkan pelampiasan nafsu seksual menjadi sentuhan kasih sayang dan rasa cinta (misal : dengan belaian, kata – kata mesra), sehingga ketika siap untuk menikmati puncak intim, tidak akan terlalu menyita tenaga dan waktu.
*Aktifitas seks merupakan ajang kedua insan untuk saling memiliki, ”Hubungan seks untuk mempererat hubungan, bukan untuk melampiaskan nafsu belaka”. Melakukan hubungan seks, apalagi mencapai puncak kepuasan, ibaratnya seperti lari seratus meter dan disarankan agar aktifitas seks tetap prima tanpa penurunan kwalitas, kemudian disaat makan dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin, protein seperti nasi, lauk pauk, daging, telur , tempe, sayur mayur dan susu. *(Dikutip dari Dr. Jimmy R. Tambunan, SPOG)
Kemudian, apakah tiba-tiba bisa terjadi suatu kebosanan dalam aktifitas seksual? Sebenarnya bukannya secara tiba-tiba, tetapi hubungan intim pasangan yang semula penuh gairah dan gelora, bisa jadi berubah menjadi membosankan. Benarkah hal itu dipicu oleh hubungan intim dengan gaya yang monoton? Hal itu bisa saja terjadi karena kebosanan merupakan suatu hal yang sangat alamiah. Karena manusia itu sendiri pada dasarnya membutuhkan sesuatu atau inspirasi yang baru dalam segala kehidupan, termasuk kehidupan seks mereka. Ada baiknya dari sekarang anda mulai belajar mengenai beberapa variasi gaya dalam berhubungan seksual.
Bagaimana hubungan antara cinta yang basi dengan kebosanan seksual? Kebosanan tersebut tidak melulu pada kebosanan seks saja tetapi lebih banyak terdapat pada faktor non seksual, yaitu kebosanan emosional yang didapat pada kehidupan sehari – hari. Dari kebosanan emosional inilah yang jika tidak segera diatasi, bisa masuk ke dalam kebosanan seksual.
Di dalam menjalani kehidupan berumah tangga dan tentunya kehidupan seksual dengan pasangan, wanita memiliki problema seks yang perlu dikenali dan sekaligus segera diatasi. Problema tersebut antara lain :
  1. Terhambatnya Hasrat Seksual : Faktor penyebabnya antara lain meliputi : perubahan hormon, depresi, kehamilan, stres, dan kelelahan, serta dalam masa pengobatan.
  2. Sulit terangsang : Selain disebabkan oleh kurangnya lubrikasi, biasanya ketidakmampuan atau sulitnya terangsang pada wanita bisa disebabkan pula oleh kelelahan.
  3. Sulit mencapai orgasme : Konon faking orgasm begitu lekatnya dengan para wanita, penyebabnya antara lain adalah kurangnya pengalaman, kurangnya pengetahuan, serta faktor-faktor psikologis seperti rasa bersalah, cemas ataupun trauma.
  4. Rasa sakit saat berhubungan serta bau tidak sedap di sekitar vagina : Bisa jadi disebabkan oleh penyakit di sekitar organ seksual dan kandungan.

Cara mengatasinya :

  1. Memperkaya pengetahuan tentang anatomi tubuh manusia, fungsi seksual dan segala kemungkinan perubahan yang terjadi akibat usia, hormon serta faktor – faktor psikologis lainnya.
  2. Menambah cara untuk melakukan rangsangan seksual, caranya dengan mengubah rutinitas seksual yang itu – itu saja.
  3. Perkaya pula kebiasaan – kebiasaan yang positif sebelum terjadinya hubungan seksual, seperti melakukan pijatan – pijatan lembut dan sensual.
  4. Kurangi rasa sakit dengan mencoba posisi – posisi bercinta yang memungkinkan para wanita bisa mengontrol penetrasi yang dilakukan pasangannya, kemudian bisa mencoba mandi dengan menggunakan air hangat sebelum melakukan hubungan intim.
  5. Bila tidak bisa diatasi lagi, berkonsultasilah dengan dokter.

Membina Hubungan Harmonis
Menjalin hubungan yang harmonis artinya : adanya keseimbangan antara hubungan pribadi dan hubungan kerja. Untuk itu ada aturan yang harus dipatuhi agar tidak terjadi hubungan yang merugikan (disharmoni) :

  1. Jangan berpatokan pada standar hidup orang lain, artinya : jangan minder menjalin hubungan dengan siapapun.
  2. Gunakan lebih banyak rasio.
  3. Tidak ada tenggang usia untuk bercinta.
  4. Yakinlah bahwa pasangan anda setia, bersungguh – sungguh dan bertanggung jawab.
  5. Hindari hubungan cinta segitiga.
  6. Bekali diri dengan pendidikan dan ketrampilan.
  7. Jauhi pria ber-istri!

 

Posted by: Bocah Tulungagung | February 23, 2011

Penyakit Asma (Asthma)

Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun) yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak ditemukan di negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi baik dari asap kendaraan maupun debu padang pasir.

  • Penyebab Penyakit Asma

Sampai saat ini penyebab penyakit asma belum diketahui secara pasti meski telah banyak penelitian oleh para ahli. Teori atau hypotesis mengenai penyebab seseorang mengidap asma belum disepakati oleh para ahli didunia kesehatan.

Namun demikian yang dapat disimpulkan adalah bahwa pada penderita asma saluran pernapasannya memiliki sifat yang khas yaitu sangat peka terhadap berbagai rangsangan (bronchial hyperreactivity = hipereaktivitas saluran napas) seperti polusi udara (asap, debu, zat kimia), serbuk sari, udara dingin, makanan, hewan berbulu, tekanan jiwa, bau/aroma menyengat (misalnya;parfum) dan olahraga.

Selain itu terjadinya serangan asma sebagai akibat dampak penderita mengalami infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) baik flu ataupun sinisitis. Serangan penyakit asma juga bisa dialami oleh beberapa wanita dimasa siklus menstruasi, hal ini sangat jarang sekali.

Angka peningkatan penderita asma dikaitkan dengan adanya faktor resiko yang mendukung seseorang menderita penyakit asma, misalnya faktor keturunan. Jika seorang ibu atau ayah menderita penyakit asma, maka kemungkinan besar adanya penderita asma dalam anggota keluarga tersebut.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Asma

Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :

- Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah penderita asma!

- Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).

- Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.

- Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..

- Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.

Pada usia anak-anak, gejala awal dapat berupa rasa gatal dirongga dada atau leher. Selama serangan asma, rasa kecemasan yang berlebihan dari penderita dapat memperburuk keadaanya. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat.

  • Cara Menghindari Serangan Asma

Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.

Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Asma

Penyakit Asma (Asthma) sampai saat ini belum dapat diobati secara tuntas, ini artinya serangan asma dapat terjadi dikemudian hari. Penanganan dan pemberian obat-obatan kepada penderita asma adalah sebagai tindakan mengatasi serangan yang timbul yang mana disesuaikan dengan tingkat keparahan dari tanda dan gejala itu sendiri. Prinsip dasar penanganan serangan asma adalah dengan pemberian obat-obatan baik suntikan (Hydrocortisone), syrup ventolin (Salbutamol) atau nebulizer (gas salbutamol) untuk membantu melonggarkan saluran pernafasan.

Pada kasus-kasus yang ringan dimana dirasakan adanya keluhan yang mengarah pada gejala serangan asma atau untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan, maka tim kesehatan atau dokter akan memberikan obat tablet seperti Aminophylin dan Prednisolone. Bagi penderita asma, disarankan kepada mereka untuk menyediakan/menyimpan obat hirup (Ventolin Inhaler) dimanapun mereka berada yang dapat membantu melonggarkan saluran pernafasan dikala serangan terjadi.

Posted by: Bocah Tulungagung | February 23, 2011

Vaksinasi Kanker Serviks

Kanker serviks di Indonesia menduduki peringkat pertama penyebab kematian wanita. Dan sebenarnya, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.
Di dunia, kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak diderita wanita usia di atas 15 tahu. Sekitar 5000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks, dan setiap 2 menit seorang wanita meninggal karena kanker ini. Di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker.

Menurut dr Bramundito, SpOG, kanker serviks merupakan beban kesehatan, psikologi, dan sosial bagi wanita penderita. Penyakit ini dapat menyerang semua wanita, khususnya yang aktif secara seksual, tanpa memandang usia atau gaya hidupnya. “Tetap ada faktor risiko yang potensial menyebabkan kanker serviks. Di antaranya, melakukan hubungan seks di usia muda, sering berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom, sering menderita infeksi di daerah kelamin, melahirkan banyak anak, dan kebiasaan merokok. Juga defisiensi vitamin A, C, dan E.” ujarnya.

Deteksi Dini
Kanker serviks berbeda dengan kanker jenis lainnya. Pada kanker serviks, ada fase yang disebut prakanker yang dapat dideteksi sejak dini. Jika segera mendapat pengobatan, angka kesembuhannya hampir 100%. Kanker serviks stadium dini seringkali tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas, bahkan tidak ada gejala sama sekali. Sedangkan, jika terjadi gejala seperti perdarahan setelah berhubungan intim; keputihan atau cairan encer dari vagina; mengalami perdarahan setelah menopause; keluar cairan kekuningan yang berbau atau bercampur darah; nyeri panggul; atau tidak dapat buang air kecil, maka kemungkinan besar sudah terjadi kanker serviks stadium lanjut. “Maka, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan sedini mungkin baik dengan Pap smear atau IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat). Jangan menunggu sampai ada keluhan,” ujar dr. Bramdito.

Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kanker serviks dan penyebabnya, rendahnya kesadaran dan keengganan untuk deteksi dini, menyebabkan sebagian besar (lebih dari 70%) pasien datang dalam kondisi yang sudah parah dan sulit disembuhkan.

Vaksin HPV
Tidak banyak kanker yang diketahui penyebabnya. Akan tetapi, penyebab kanker serviks sudah berhasil diketahui, yakni Human Papilloma Virus (HPV). Kurang lebih 99,7% kanker serviks disebabkan oleh HPV. Dengan diketahui penyebabnya, kanker serviks dapat dicegah atau diatasi.

Ada sekitar 100 jenis HPV yang telah diidentifikasi, sebagian besar tidak berbahaya. Sebanyak 40 jenis dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Dari 40 jenis ini digolongkan menjadi dua golongan, yaitu HPV berisiko tinggi (penyebab kanker) dan berisiko rendah. Ada 15 jenis yang menyebabkan kanker, di antaranya HPV 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kanker serviks di Asia Pasifik dan dunia.
Cara pencegahan terbaru adalah dengan vaksinasi, terutama yang menargetkan pada HPV 16 dan 18. Vaksin akan meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan virus ketika masuk ke dalam tubuh, sebelum terjadi infeksi.
Vaksin sebaiknya dilakukan sejak masa remaja, yaitu sejak usia 10 tahun pada orang Indonesia dengan jadwal vaksinasi bulan ke-0, 1, dan 6. Pada usia ini anak sudah mulai memasuki masa reproduktif dan belum terkontaminasi oleh virus HPV. Sehingga dengan vaksinasi, respons titer antibodi yang terbentu jauh lebih tinggi dibandingkan usia dewasa, menurut Karel Staa, MD.

Vaksin ini dikalkulasi dapat memberi pertahanan selama 5-6 tahun. Seperti vaksin pada umumnya, vaksin ini tidak sepenuhnya memberi perlindungan 100% terhadap kanker serviks. Oleh karena itu, vaksinasi bersama skrining serta usaha mengurangi faktor risiko dapat mengurangi risiko terkena kanker serviks. Sekaligus dapat menurunkan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia.
Sumber: Semijurnal Farmasi & Kedokteran, No. 52, Juni 2008.

Posted by: Bocah Tulungagung | February 22, 2011

Makalah Kepemimpinan Kepala Sekolah

Di tengah persaingan global ini, diakui atau tidak, lembaga pendidikan atau sistem persekolahan Islam dituntut untuk mengemuka dengan kinerja kelembagaan yang efektif dan produktif. Kepala sekolah sebagai penanggungjawab pendidikan dan pembelajaran di sekolah hendaknya dapat meyakinkan kepada masyarakat bahwa segala sesuatunya telah berjalan dengan baik, termasuk perencanaan dan implementasi kurikulum, penyediaan dan pemanfaatan sumber daya guru, rekruitmen sumber daya murid, kerjasama sekolah dan orang tua, serta sosok outcome sekolah yang prospektif. Untuk memenuhi tuntutan ini, kepala sekolah harus memiliki bekal yang memadai, termasuk pengetahuan yang profesional, kepemimpinan instruksional, ketrampilan administrative, dan ketrampilan sosial.

Bagaimanapun, kepala sekolah merupakan unsure vital bagi efektivitas lembaga pendidikan. Tidak akan pernah kita jumpai sekolah yang baik dengan kepala sekolah yang buruk atau sekolah yang buruk dengan kepala sekolah yang baik. Kepala sekolah yang baik akan bersikap dinamis untuk menyiapkan berbagai macam program pendidikan. Bahkan, tinggi rendahnya mutu suatu sekolah akan dibedakan oleh kepemimpinan di sekolah.

Kepemimpinan berkaitan dengan masalah kepala sekolah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi yang kondusif. Perilaku kepala sekolah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotivasi individu untuk bekerja sama dalam kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan.

Manajer sekolah adalah pemimpin yang berhubungan langsung dengan sekolah. Ia adalah panglima pengawal pendidikan yang melaksanakan fungsi kontrol berbagai pola kegiatan pengajaran dan pendidikan di dalamnya. Suksesnya sebuah sekolah tergantung pada sejauh mana pelaksanaan misi yang dibebankan di atas pundaknya, kepribadian, dan kemampuannya dalam bergaul dengan unsur-unsur masyarakat. Oleh sebab itu, kepala sekolah harus berupaya mewujudkan kondisi sosial yang mendukung kegiatan sekolah yang dipimpinnya.

Untuk lebih lengkap silahkan download dengan klick di bawah ini :

DOWNLOAD MAKALAH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH.rar.html

 

Posted by: Bocah Tulungagung | February 22, 2011

Jamur Tiram

Di era tehnologi yang semakin canggih seperti sekarang ini menuntut dunia bisnis untuk mengadakan perubahan dan perbaikan serta berperan aktif dan inovatif dalam setiap kegiatan ekonomi. Salah satunya dengan jalan teknologi Bioindustri Pembibitan dan Produksi Jamur Tiram, tentunya pelaku ekonomi dalam setiap kegiatannya bertujuan mencari laba optimal dengan jalan mencari peluang pasar yang dapat bersaing dan mempertahankan inovasinya bukan untuk saat ini saja melainkan untuk ke depannya juga.

Dalam setiap kegiatan ekonomi tentunya para pelaku ekonomi tidak lepas dari masalah yang mungkin timbul dari semua kegiatannya, seperti kegiatan produksi, distribusi dan mencari peluang pasar. Tak lain halnya dengan Bioindustri Jamur Tiram yang akhir-akhir ini banyak muncul dikalangan petani.

Pengamatan mengenai pertumbuhan jamur tiram yang dapat dimakan secara alami tumbuh pada hasil penguraian bahan organik. Budidaya jamur tiram dan spesies kerabat dekat lainnya sangat dikembangkan dipasaran, meskipun dalam beberapa hal jamur-jamur tersebut hampir sulit dipasarkan dalam jumlah yang besar karena sifatnya yang lunak sehingga mudah rusak. Usaha bioindustri ini menarik perhatian seorang ibu rumah tangga. Meski usahanya hanya bersifat home industry namun dapat meningkatkan nilai tambah dari kegiatan ekonominya.

Selanjutnya bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang Jamur Tiram silahkan download dengan cara meng-Klick di bawah ini:

http://www.ziddu.com/download/13914572/JAMURTIRAM.rar.html

BAB  I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan GBHN 1993 dinyatakan bahwa pada hakekatnya pemba-ngunan nasional bertujuan membangun manusia Indonesia seluruhnya yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Di mana prioritas pembangunan nasional diletakkan pada bidang ekonomi, sekaligus dengan peningkatan kua-litas sumber daya manusia Indonesia (Soeharto, 1994). Berangkat dari hal ini, maka pendidikan dapat dinyatakan memiliki peran yang teramat penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan ditingkatan sekolah selanjut-nya terletak dipundak guru. Hal ini merupakan  tugas dan tanggung jawab gu-ru, sebab gurulah yang langsung membina siswa di sekolah melalui proses ke-giatan belajar mengajar. Layanan bimbingan di sekolah sangat diperlukan guna membantu siswa dalam mengatasi permasalahannya, dalam masalah belajar atau masalah pribadi siswa (Pedoman BP SD, 1994:17).

Tugas guru yang utama adalah mengajar, yaitu menyampaikan atau mentransfer ilmu kepada anak didiknya. Oleh karena itu seorang guru Sekolah Dasar (SD) dituntut untuk menguasai semua bidang studi. Namun hasil perolehan nilai beberapa mata  pelajaran dalam kenyataannya  masih ada yang belum memenuhi standar, tidak terkecuali untuk mata pelajaran PKn. Berdasarkan pengalaman peneliti hal ini disebabkan oleh, teknik mengajar yang masih relatif monoton. Sejauh ini pembelajaran PKn di kelas mayoritas masih dilaksanakan dengan metode ceramah. Hal ini tidak menutup kemung-kinan menyebabkan interaksi pembelajaran yang  lebih melemahkan motivasi belajar siswa.

Motivasi belajar tidak akan terbangun apabila siswa masih merasa ke-sulitan dalam menerima pelajaran PKn, PKn dianggap sebagai pelajaran yang membosankan. Sehingga jangan disalahkan apabila di setiap jam pelajaran PKn siswa cenderung merasa enggan dan malas. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu ada solusi dalam penyampaian mata pelajaran PKn dengan menggunakan berbagai cara yang menarik yang ada kaitannya dengan ke-hidupan sehari-hari. Sunardi (2006:13) menyarankan untuk mengupayakan agar pelajaran PKn menyenangkan anak, sampaikan materi yang sudah dike-nal anak hingga anak percaya diri.

Pembelajaran PKn haruslah lebih berkembang, tidak hanya terfokus pada kebiasaan dengan strategi atau urutan penyajian sebagai berikut: diajarkan definisi, diberikan contoh-contoh dan diberikan latihan soal. Hal ini sangat memungkinkan siswa mengalami kesulitan dalam menerima konsep yang tidak berasosiasi dengan pengalaman sebelumnya. Dalam latihan soal sebaiknya dihadapi bentuk soal cerita yang mungkin terkait dengan terapan PKn atau kehidupan sehari-hari (Guntur Sumilih 2002:103).

Memperhatikan uraian di atas keadaan yang sama dialami juga oleh siswa SDN II Sumberagung, siswa masih merasa kesulitan, takut dan kurang berani bertanya terhadap hal-hal yang belum dipahami,  sementara itu peneliti kurang melibatkan siswa dalam pembelajaran. Keadaan ini jika  dibiarkan ma-ka nilai pelajaran PKn akan semakin menurun dan gagal dalam memperoleh nilai ketuntasan minimal yang telah ditentukan. Untuk mengatasi masalah ter-sebut seorang guru harus mampu memberikan motivasi terhadap siswa melalui pengelolaan kelas yang menarik dan melibatkan siswa dalam menemukan konsep.

Pengalaman peneliti sebagai guru PKn di SDN II Sumberagung sebe-lum melaksanakan pembelajaran sudah berusaha maksimal, mulai dari per-siapan RPP, media hingga strategi pembelajaran dan pengelolaan kelas. Na-mun disisi lain peneliti sebagai guru memang masih cenderung menggunakan metode mengajar yang monoton yaitu metode ceramah, kondisi ini ternyata membuat siswa menjadi bosan, jemu dan tidak tertarik untuk belajar. Guru kurang mampu mengelola kelas dengan baik, sehingga banyak diantara siswa yang acuh tak acuh terhadap pembelajaran yang sedang dilakukan oleh guru bahkan sebagian diantaranya lebih sering mengerjakan tugas lain. Dalam pembelajaran guru tidak menggunakan alat bantu pembelajaran. Hal inilah yang diduga menyebabkan lemahnya siswa dalam memahami konsep-konsep dasar PKn, hal ini bisa dilihat dari hasil belajar yang rendah.

Untuk mengatasi hal tersebut perlu diupayakan langkah-langkah yang dapat dilaksanakan baik oleh siswa maupun guru. Guru hendaknya mengemas proses belajar mengajar dengan metode yang tepat dan menarik dalam penya-jiannya. Salah satu langkahnya adalah menggunakan metode variasi dan ban-tuan alat peraga. Menurut Holstein (1986: 67) media akan memperjelas dan membuat pelajaran menjadi lebih konkrit dan jelas bagi siswa. Pembelajaran dengan metode variasi akan menciptakan suasana belajar lebih hidup sehingga anak lebih termotivasi untuk belajar.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tersebut diatas, rumusan masalah yang dapat disimpulkan adalah:

Bagaimana penggunaan Metode Variasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran PKn kelas V SDN II Sumberagung Keca-matan Rejotangan Kabupaten Tulungagung?

  1. C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang, penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode variasi dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SDN II Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung.

D. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan rumusan di atas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

“Jika metode variasi digunakan dalam pembelajaran PKn, maka hasil belajar siswa SD Negeri II Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung akan meningkat.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, diantaranya:

  1. Bagi Guru

Dapat memilih metode dan alat bantu pembelajaran yang sesuai.

  1. Bagi Siswa

1)      Dengan pembelajaran yang menyenangkan siswa bergairah belajar sehingga hasil belajar meningkat.

2)      Membangkitkan minat siswa untuk mempelajari PKn.

  1. Bagi lembaga (SD)

Memberikan masukan terhadap pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa.

Untuk lebih lengkapnya bisa anda download dengan klick di

http://www.ziddu.com/download/13914477/SkrisiPKn.pdf.html

Posted by: Bocah Tulungagung | January 21, 2011

Tips Atasi Grogi Berbicara di Depan Umum

Anda grogi ketika harus berbicara di depan orang banyak?, atau anda merasa takut ketika harus pertama kali tampil diatas panggung?. Jika iya, itu adalah hal yang lumrah.

Saat saya mengisi sesi pelatihan motivasi pun, tetap saja merasa cemas terutama ketika harus menghadapi audiens yang baru. Hal ini sah-sah saja ketika kita harus menghadapi sesuatu hal yang baru bagi kita. Ketika kita masuk pertama kali di lingkungan baru, pasti ada beberapa pertanyaan seputar “apa yang harus dilakukan pertama kali?”. Namun hal tersebut akan menjadi biasa ketika kita sudah menjalaninya.

Rasa gelisah ini merupakan pertanda positif bagi anda untuk berhati-hati dan melakukan dengan benar. Yang menjadi masalah adalah ketika rasa gelisah tersebut berlebihan.

Berikut beberapa langkah yang bisa membantu anda mengurangi rasa grogi :

A. PERSIAPAN

1. Apa tujuan Anda
Definisikan tujuan anda mengapa melakukan hal tersebut. Identifikasi apa saja yang ingin anda sampaikan. Perjelas pesan apa yang ingin anda sampaikan.

2. Pahami Audien Anda
Siapa yang ingin anda ajak komunikasi?. Orang tua, dewasa, remaja atau anak-anak. Biasanya orang yang merasa grogi karena mereka merasa berada “diluar” kelompok audien. Mereka tidak bisa masuk ke dalam dunia audien.

3. Kuasai materi
Pahami dan kuasai semua hal tentang apa yang ingin anda sampaikan. Pelajari lebih dulu apa yang ingin anda sampaikan, dan pastikan anda benar-benar memahaminya.

4. Buat outline dan daftar kebutuhan
Buat skema apa saja yang ingin anda sampaikan. Tuliskan inti-inti yang harus anda sampaikan. Kapan anda harus menyampaikan? Mengapa anda harus menyampaikan? Bagaimana anda harus menyampaikan? Bagaimana caranya agar audien terus memperhatikan anda?. Buat daftar apa saja yang anda perlukan untuk mendukung penampilan anda.

5. Siapkan bagaimana anda memulai dan menutup
Bagaimana anda memulai penampilan anda sangatlah penting. Berikan kesan pertama yang positif kepada audien. Serta bagaimana anda menutup “aksi” anda. Sudah kuatkah penutupan anda, sehingga dapat diterima audien? Pastikan bahwa tujuan anda tercapai.

6. Siapkan Rencana Alternatif
Siapkan beberapa hal yang mungkin bisa terjadi. Pahami resiko terburuk jika tidak berjalan sesuai rencana. Bersikaplah fleksibel. Jika waktu tidak sesuai rencana, apa yang akan anda lakukan? jika ada masalah teknis (lampu mati, pengeras suara mati dll) apa yang akan anda lakukan?.

7. Tingkatkan percaya diri anda
Kenali potensi diri anda, dengan memahami kelemahan dan kekuatan yang anda miliki, dan fokuslah pada kelebihan anda. Kembangkan potensi anda. kondisikan diri anda pada apa yang seharusnya anda ingin lakukan.

B. LATIHAN

“Practice makes perfect” begitulah kata pepatah. Semakin sering anda berlatih maka semakin lihai anda melakukannya. Latihan akan sangat berguna membuat anda lebih siap (fisik dan mental), lebih relax dan bisa mengantisipasi apa saja masalah yang mungkin bisa timbul. Latihan yang anda lakukan juga membantu anda mengetahui alokasi waktu yang anda butuhkan atau bagaimana anda harus menyesuaikan dengan waktu yang diberikan.

Latihan ini bisa dilakukan beberapa tahap :

1. Visualisasi
Bayangkan bagaimana anda melakukan? Gambarkan bagaimana kondisi saat itu? Bayangkan apa saja yang mungkin terjadi? Bayangkan bagaimana anda telah berhasil melakukan semua?

2. Melakukannya
Coba lakukan apa yang ingin anda lakukan.  Gunakan outline yang sudah anda buat. Coba pahami apa yang seharus anda tambah atau kurangi. Minta bantuan orang lain untuk memberikan masukan. Jika ada, gunakan media perekam (video cam/recorder) untuk membantu anda. Lakukan terus sampai anda benar-benar merasa siap.

3. Gladi bersih/Role Play
Berlatihlah seakan-akan anda tampil semestinya. Kondisikan seperti situasi yang akan sebenarnya. Jika memungkinkan gunakan alat dan tempat yang akan gunakan selayaknya anda tampil semestinya.

C. SEBELUM BERAKSI

Sebelum anda melakukannya, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan :

1. Malam sebelumnya
Buat situasi yang nyaman pada malam hari sebelum anda melakukannya. Fokus pada apa yang ingin anda lakukan. Buat tulisan berisi kata positif (seperti : Saya Bisa!) dalam sebuah kertas (atau apapun) yang bisa selalu anda baca. Lalu berdoalah.

2. Hari H
Usahakan untuk sarapan pagi. Hal ini akan membantu mengisi energi anda sepanjang hari. Makan pisang 1 atau 2 jam sebelum anda beraksi (buah pisang berisi beta-blocker alami yang akan membantu mengurangi kecemasan). Datanglah lebih awal, hal ini akan membantu anda mempersiapkan lebih matang.

3. Kuasai “panggung” Anda
Ketahui dimana anda memposisikan sebelum anda tampil. Darimana anda harus “masuk ke panggung”. Pahami beberapa sudut pandang yang bisa dilihat oleh audien.

4. Tes alat yang ada
Jika anda memerlukan alat, cek kembali kondisinya. Coba fungsi-fungsi yang anda butuhkan. Seperti program computer, sound system atau LCD.

5. Temui audien
Sapa dan coba ajak bicara beberapa audien. Coba gali informasi yang bisa menambah pengetahuan anda tentang audien. Lakukan kontak mata dengan yang lain. Pahami kondisi nyata audien saat itu.

6. Beberapa saat sebelum Anda tampil
Tinjau kembali apa saja yang ingin anda lakukan. Konsentrasilah dan siapkan apa yang akan anda lakukan pertama kali. Bagaimana anda membukanya?. Visualisasikan Anda melakukanya dengan sempurna. Lihat kembali tulisan positif yang sudah anda tulis. Ambil nafas dalam-dalam. Biarkan anda relax dan nyaman.

Dan jangan lupa berdoa untuk kesuksesan anda & doakan juga audiens anda.
Selamat Berjuang…,

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: