Posted by: Bocah Tulungagung | December 25, 2010

SEJARAH DESA MAJAN

Sekitar abad ke 16-17 M, menurut catatan sejarah Kabupaten Tulung Agung bernama Kadipaten Ngrowo (Bonorowo), dimana dalam hal agama penduduknya sudah banyak yang memeluk agama Islam. Sayangnya ke-Islam-an mereka masih bercampur dengan tradisi Hindu, terutama tampak dalam hal adat-istiadat yang dilaksanakan sehari-hari. Misalnya tradisi kenduri, sesajen, penghormatan terhadap arwah, pernikahan dan upacara-upacara adat lainnya. Hal tersebut menjadikan sulit memisahkan asal tradisi, antara ajaran Islam dengan Hindu. Oleh karena itu, para ulama dalam menyebarkan Islam membutuhkan waktu yang cukup lama dan kesabaran, keuletan serta kreatifitas dalam menciptakan tradisi baru sebagai pengganti tradisi lama.
Dalam kondisi masyarakat seperti itu, muncul seorang tokoh bernama Khasan Mimbar yang mendapat tugas dari Adipati Ngrowo I (Bonorowo), Kyai Ngabehi Mangundirono, untuk menegakkan syari’at Islam di Kadipaten Ngrowo. Beliau ditunjuk sebagai penghulu (Amiruddin) yang mempunyai wewenang mengurusi masalah pernikahan oleh Sunan Surakarta, yaitu Pakubuwono II. Tugas tersebut dibuktikan dengan Surat Layang Kekancingan tertanggal Ahad 16 16 Rabi’ul Akhir Tahun 1652 Jw, atau jika dikonversi ke tahun Masehi menjadi 16 Rabiul Akhir 1727 Masehi.
Setelah Khasan Mimbar wafat, kepemimpinan Desa Majan dilanjutkan oleh keturunanya (khususnya para putranya) secara turun-temurun sampai tahun 1979. Setelah Indonesia merdeka, status desa ini masih sebagai salah satu desa perdikan, dengan sebuah ciri khas hak Kepala Desa yang sekaligus menjabat sebagai seorang Kyai. Menariknya salah satu tugas kyai adalah menikahkan warganya atau warga daerah lain yang memerlukan, tradisi ini berjalan sampai tahun 1979.
Pada awalnya, hukum pernikahan yang berlaku di Desa Majan memakai hukum adat kawin Majan, sampai adanya Surat Keputusan (SK) Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Tulungagung atas nama Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur dengan nomor KH. II/ 15/ SK/ 1979, tanggal 2 Mei 1979. Selanjutnya, setelah tahun 1979 desa Majan mengalami perubahan status dari desa perdikan berubah menjadi desa biasa. Perubahan status desa tersebut, menjadikan administrasi pemerintahan juga mengalami perubahan, salah satunya terhadap tradisi pernikahan penduduk Majan. Hal ini menimbulkan berbagai dampak sosial bagi penduduk Majan dan sekitarnya.
Salah satu dampak yang muncul, setelah perubahan status menjadi desa biasa adalah kesadaran masyarakat Desa Majan sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pernikahan, masyarakat tidak hanya melaksanakan pernikahan kepada Kyai, akan tetapi pelaksanaan pernikahan dilanjutkan ke KUA untuk mendapatkan kartu nikah. Disini peneliti memberi analisis bahwa perubahan status desa tidak menimbulkan pergolakan atau nampak negatif, tetapi kepada perubahan positif bagi kesadaran masyarakat, khususnya dalam hal kepatuhan pada Negara dan agama.
Dalam hal Tradisi Kawin Majan, dari hasil obeservasi dan analisis peneliti terdapat beberapa masalah yang berkaitan erat dengan sejarah Desa Majan dari Desa Perdikan menjadi desa biasa. Respon masyarakat terhadap penghulu misalnya, seorang Kyai sekaligus sebagai penghulu merupakan orang yang mempunyai ilmu agama Islam yang mendalam, sehingga masyarakat sangat menghormati dan memuliakannya. Masyarakat mempunyai keyakinan, bahwa dengan jalan seperti itu mereka bisa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT .
Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti menganggap perlu untuk mengetahui dan meneliti lebih lanjut tradisi Kawin Majan yang berada di Kecamatan Kedungwaru Tulungagung, khususnya sebelum ada perubahan status majan sebagai desa perdikan (merdeka) menjadi desa biasa. Oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mengungkap sejarah Tradisi Kawin Majan, terutama kontribusi terhadap kebudayaan Islam di Bangsa Indonesia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: